Bila Tuhan mengetuk hati qu….

Nulis ahk, nulis yang tidak penting sambil menghabiskan waktu…

Mariiiiiiiiiiiiiiii……….

Temen qu bilang yang punya hati kita ini “Tuhan”, karena Tuhan yang memiliki hati ini Dia juga lah yang menggerakkan hati ini… Nah klo sudah seperti itu ga bisa comment lg deh… Mentok… Yang ada disuruh menikmatinya aj… Hiaaaaaaaaa makanan kali dinikmatin… Bukannya ingin menolak atas apa yang  Tuhan kasih, tp saat ini aq blm siap menerima itu semua…  Aq belum siap menerima perubahan2 yang menyangkut dengan hati.. Aq msh ingin dengan hidup qu sendiri…

Mungkin sudah terlalu lama mati perasaan ini sehingga suatu ketika dihidupkan kembali oleh Sang pencipta terasa seperti orang kebakaran jenggot… Mau aq pungkiri tidak bisa karena memang aq tidak bisa berbuat apa2… Dapat saran “dinikmati aj”, apa enaknya kayak gini dinikmati?? Ingin ku kejar perasaan ini tapi kenapa selalu banyak pertimbangan yang ada?? Entahlah apakah karena “jarak” sehingga menghambat semua ini? Aq pun berfikir apakah hanya dengan waktu beberapa minggu cukup untuk mengenal seseorang? Ahkkkkkkkkkkkkkk kenapa selalu saja aq membuat tembok yang tebal pada diri sendiri… Kenapa hanya dengan waktu yg singkat Tuhan menggerakkan hati ini? Kenapa kebersamaan ini Tuhan memberikan waktu yang singkat juga? Adakah Tuhan memberikan kesempatan untuk jumpa dengan dia sebelum aq kembali ke Rusia? Mengarapkan sesuatu yang kemungkinannya sangat2 kecil….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s